Love Is a Lie [Oneshoot]

cr poster by shalsasya@galleryoffanfiction.wp.com gomawo^^

 

cinta

 

apakah kalian percaya akan kekuatan cinta?

 

satu kata yang sangat mudah untuk diucapkan dan dirasakan namun sulit untuk melupakannya

 

yang aku ketahui kata yang bernama ‘cinta’ itu adalah sebuah kebahagian yang luar biasa yang Tuhan berikan untuk umatnya

 

sebuah rasa yang dapat membuat hati jadi berdebar senang

 

temanku pernah mengatakan bahwa ‘cinta’ itu adalah sebuah rasa yang dapat mempersatukan seorang wanita dan pria dalam suatu ikatan tertentu

 

dan dari kata ‘cinta’ akan terukir sebuah kalimat yang sangat dinanti-nanti oleh setiap manusia, khususnya kaum wanita

 

tetapi menurut ku kata ‘cinta’ itu adalah sebuah kebohongan besar dari mulut orang yang mengatakannya

 

‘cinta’ itu juga bagaikan pisau tajam yang amat sangat runcing

 

pisau tajam yang dapat membuat manusia mati secara perlahan-lahan

 

mati karena kata bernama ‘cinta’

 

~~~ SELAMAT MEMBACA ~~~

***

“oppa aku penasaran dengan kejutan yang akan kau berikan hihihi” ucap seorang wanita yang kini sedang duduk menyamping menghadap kursi pengemudi dengan jantung yang masih sedikit berdebar.

 

“sebentar lagi kita sampai” ucap pria yang duduk di kursi pengemudi. pria itu hanya menatap wanita disebelahnya ini dengan senyum yang manis lalu kembali fokus pada jalan.

 

wanita itu ikut tersenyum lebar tanpa memalingkan pandangannya dari wajah si pria. tiba-tiba satu ciuman lembut mendarat di pipi pria itu. pria itu langsung menoleh ke arah wanita disebelahnya dengan tampang sedikit terkejut.

 

“itu hadiah dari ku tuan Lee Hyukjae” ucap wanita itu masih dengan senyumnya yang seperti nya tak akan pernah hilang untuk pria itu.

 

pria yang dipanggil Lee Hyukjae atau biasa disebut Eunhyuk ini memalingkan pandangannya beralih pada jalanan didepannya. tak ada senyum yang terlihat di wajah tampan kekasihnya itu. namun si wanita tidak terlalu mempermasalahkannya.

 

wanita itu kini beralih memandang jalan yang ada didepannya. ia mulai menerka-nerka kejutan apa yang akan diberikan Eunhyuk untuknya.

 

***

mobil sport silver sudah terparkir didepan sebuah gedung tua yang jauh dari hinar-binar perkotaan. tempat yang mungkin jarang dikunjungi oleh seorang pun manusia.

 

Eunhyuk dan wanita itu keluar dari dalam mobil. awalnya wanita itu merasa aneh mengapa Eunhyuk mengajaknya ke tempat yang sangat aneh dan cukup menyeramkan seperti ini. namun ia menghapus semua prasangka negatif itu.

 

“Haneul ayo” ujar Eunhyuk sambil menjulurkan tanganya. tanpa ragu-ragu Haneul langsung menyambar tangan Eunhyuk dan tersenyum lebar. setelah itu mereka mulai berjalan memasuki gedung tua.

 

keadaan gedung itu cukup gelap hanya ada sedikit cahaya matahari yang masuk ke dalam gedung melalui celah jendela atau ventilasi. kardus-kardus besar dan tank minyak ditumpuk secara rapih dipingir ruangan.

 

“oppa kita mau ngapain ke sini?” tanya Haneul yang perasaannya mulai tidak enak. Eunhyuk tiba-tiba melepas genggaman tangan Haneul dan diam sesaat membelakangi Haneul.

 

Haneul mulai merasa ada yang aneh dengan Eunhyuk. ia tidak seperti biasanya. Haneul mencoba memberanikan diri untuk menyentuh bahu Eunhyuk. namun belum sempat Haneul menyentuhnya, tiba-tiba ada sesuatu yang memukul tengkuk kepalanya.

 

Haneul dengan bebasnya terkapar dilantai yang kotor dengan darah yang maulai mengalir dari kepalanya. penglihatan Haneul mulai kabur dan tiba-tiba semua berubah menjadi gelap. tak ada setitik pun cahaya.

 

***

Haneul mencoba membuka matanya perlahan. sinar menyilaukan membuat Haneul harus menyipitkan matanya.

 

saat mata Haneul sudah siap dengan sinar itu ia melihat keseluruh ruangan itu. ruangan yang cukup luas dan tak ada apa pun selain kardus besar dan tank minyak seperti saat pertama kali ia masuk ke gedung tua itu.

 

kepala Haneul sakit dan pusing. ia ingat tadi kepalanya dipukul dari belakang oleh seseorang. Haneul tak ingat wajah orang yang memukulnya tapi ia yakin orang itu seorang pria.

 

“Eunhyuk…” gumam Haneul yang tiba-tiba teringat pada kekasihnya itu.

 

Haneul baru saja hendak bangun dari kursi yang ia duduki saat sadar tali melilit badan, tangan, dan kakinya. Haneul mencoba melepaskan ikatan tali yang cukup kencang ini namun usahanya tak membuahkan hasil.

 

“ternyata kau sudah sadar” ucap seorang pria yang berdiri didepan pintu ruangan itu. wajah pria itu tak terlihat karena keadaan ruangan yang cukup gelap.

 

“siapa kamu? apa yang kamu inginkan hah?” seru Haneul yang mulai ketakutan. pria itu mulai berjalan mendekati tempat Haneul.

 

“tidak banyak,” langkah pria itu semakin mendekat. “hanya nyawamu” lanjut pria itu yang kini sudah berdiri tepat didepan Haneul.

 

mata Haneul terbelalak melihat pria yang ada didepannya. pria bertumbuh tinggi dan ramping ini menatapnya dengan tatapan dingin dan sinis.

 

Haneul tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. dia hanya terus memandang pria itu tanpa berkedip sekali pun. ia sangat syok dan terpukul.

 

“kenapa kau kaget? hahaha” ujar pria itu sambil tertawa seperti orang gila.

 

“Eunhyuk apa yang sedang merasuki mu hah? ada apa dengan mu?” tanya Haneul yang mulai meneteskan air mata ke pipi mulusnya.

 

Eunhyuk menarik kursi kosong yang ada disamping Haneul lalu mendudukinya. Eunhyuk memandang wajah Haneul dengan senyumnya yang menyeramkan.

 

“huh wajah ini sangat cantik tapi sayang wajah ini juga dapat membunuh manusia” ucap Eunhyuk sambil mengelus pipi Haneul lembut. Haneul bingung dengan apa yang Eunhyuk bicarakan.

 

“seorang pria rela berlari sepanjang 5 kilometer hanya untuk mewujudkan keinginan wanita yang ia sukai. kau tahu apa yang wanita itu inginkan?” tanya Eunhyuk yang lebih tepatnya bertanya pada dirinya sendiri. sesaat tatapan Eunhyuk kosong.

 

“sebuah es krim. ya es krim murahan yang dijual di toko manapun. tapi wanita itu, dia hanya ingin di toko yang jaraknya sangat jauh” lanjut Eunhyuk tanpa memedulikan ekspresi Haneul yang mulai memucat.

 

wajah Haneul begitu tegang mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Eunhyuk. Haneul kini mengerti apa yang sedang Eunhyuk bicarakan. ya masa lalu yang kelam.

 

dua orang pria tiba-tiba masuk sambil mendorong meja kecil. diatas meja itu terdapat sebuah pisau besar, pedang serta pistol. perasaan Haneul mulai tidak enak. pikiran negatif pun mulai bermunculan diotak Haneul.

 

“apa yang mau kau lakukan Eunhyuk?” seru Haneul ketakutan melihat Eunhyuk mulai mengambil pisau kecil itu.

 

Eunhyuk berjalan kebelakang badan Haneul dan berjongkok. ia membelai tangan mulus Haneul. Haneul sangat ingin memberontak tapi ikatan yang ada ditubuhnya sangat kuat. air mata Haneul mulai mengalir lagi.

 

tak lama Haneul merasakan perih yang sangat di tangannya. Haneul berteriak kesakitan sementara Eunhyuk terus menggoreskan pisau kecil itu ditangan Haneul. huruf demi huruf terukir di kulit putih mulus yang sekarang sudah berlumuran darah.

 

“Eunhyuk hentikan! sakit” ucap Haneul yang tangisnya semakin menjadi. ia meringis menahan sakit itu.

 

Eunhyuk mengeluarkan ponselnya dan memotret sebuah nama yang terukir ditangan Haneul. Eunhyuk tersenyum melihat hasil karyanya itu.

 

“huh karya yang indah” gumam Eunhyuk lalu berdiri dan berjalan kembali ke hadapan Haneul. Haneul menatap Eunhyuk dengan tatapan ganas.

 

Eunhyuk duduk di kursinya kembali sambil mengelap kedua tangannya yang bersimbah darah dengan kain.

 

“sebenarnya aku tidak ingin berlama-lama seperti ini. tapi kau juga harus merasakan bagaimana sakit yang adik ku rasakan sebelum ia mati” ucap Eunhyuk lagi sambil memperlihatkan foto yang ia ambil tadi kepada Haneul.

 

mata Haneul terbelalak melihat nama yang terukir ditangannya. Haneul mulai menggelengkan kepalanya pelan.

 

“k-kau.. ka-kakanya Lee Jinki?” tanya Haneul pelan dan terbata. Eunhyuk hanya membalasnya dengan anggukan kepala disertai senyum sinisnya.

 

“ku kira kau malah sudah lupa dengannya” ujar Eunhyuk

 

“pria yang kau bunuh dengan kata “cinta” mu itu” lanjut Eunhyuk sambil melayangkan pisau yang entah kapan ada ditangannya. Haneul merasakan sakit diwajahnya. dan detik kemudian setetes demi setetes darah mulai mengalir dari pipi Haneul.

 

Haneul berteriak untuk melampiaskan rasa sakit yang sangat amat membuatnya hampir mati itu. air mata yang mengalir ke pipi Haneul membuat luka itu semakin perih.

 

“bukankah itu sakit? tak ku sangka kau percaya dengan kata cinta yang selama ini aku ucapkan untukmu. dasar wanita bodoh!!” seru Eunhyuk sambil mengambil pedang lalu mengayunkannya.

 

ZLEP! BRUK!

 

Eunhyuk tersenyum senang lalu tertawa seperti orang gila. ia berjalan dan menghampiri sesuatu yang jatuh dan meletakkannya diatas meja.

 

“akhirnya dendam mu terbalaskan Jinki” gumam Eunhyuk lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

 

***

cuaca pagi itu cukup sejuk. sinar matahari menerangi seluruh permukaan bumi.

 

Eunhyuk membuka matanya lalu merentangkan kedua tangannya untuk merenggangkan otot-ototnya yang kaku. ia beranjak dari kasur menuju kamar mandi yang cukup luas. ia mencuci mukanya lalu menggosok gigi putihnya.

 

tak lama Eunhyuk keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju dapur rumahnya yang sangat luas. sebelum memasuki dapur Eunhyuk memandang sebuah benda yang berada di dalam kotak kaca besar yang digantung didinding.

 

“selamat pagi Haneul” ucap Eunhyuk sambil menunjukkan senyumnya yang sangat manis.

 

Haneul tak bergeming sedikit pun. hanya ada ekspresi takut dan sakit diwajah Haneul.

 

“kau sangat cocok jadi pajangan” ucap Eunhyuk lagi lalu beranjak pergi menuju dapur.

 

Haneul tetap diam di tempatnya tanpa berkedip sedikit pun. wajah Haneul masih penuh dengan bercak darah. darah dari tubuhnya yang terpisah. kepala Haneul diam mematung didalam kotak kaca kecil itu. menatap lurus ke depan dengan tatapan menyedihkan.

 

THE END

Iklan

6 responses to “Love Is a Lie [Oneshoot]

  1. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA EUNHYUK LO TEGA SAMA GUE!! DAN GUE TEGA SAMA ONEW=_____= cukup tau deh sama Haneul~ wkwkwkwk, daebak chul… ff lo mah daebak semua :3 reblog ah~ ~ eh itu adegan Eunhyuk yang mengukir nama Onew di tangan gue… kenapa gue keingetan Death Bell ya:/ wkwkwk *abaikan-_-v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s